Jahe dan madu merupakan dua bahan herbal yang kerap dimanfaatkan masyarakat untuk membantu meredakan batuk. Keduanya mudah diperoleh, relatif aman dikonsumsi, serta telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional maupun jamu. Meski demikian, manfaat jahe dan madu akan lebih optimal jika diolah dengan cara yang tepat.
Jahe mengandung senyawa gingerol yang bersifat antiinflamasi dan memberikan efek hangat pada saluran pernapasan. Sementara itu, madu berfungsi menenangkan tenggorokan, mengurangi iritasi, serta membantu menekan refleks batuk. Kombinasi kedua bahan ini bekerja saling melengkapi dalam meredakan batuk ringan hingga sedang.
Dokter Danang Ardiyanto, MKM, dari UPF Yankestrad Tawangmangu RSUP Dr. Sardjito, menegaskan bahwa proses pengolahan sangat menentukan khasiat herbal tersebut.
Jahe dan madu sebaiknya diolah dengan benar. Jahe perlu direbus untuk mengeluarkan zat aktifnya, sementara madu tidak dianjurkan dimasukkan saat air masih panas agar kandungan alaminya tidak rusak,” ujarnya.
Ia menambahkan, kesalahan yang sering terjadi di masyarakat adalah penggunaan takaran berlebihan atau teknik pengolahan yang kurang tepat. Padahal, meskipun berbahan alami, herbal tetap memiliki efek seperti obat jika dikonsumsi tidak sesuai aturan.
Dengan memahami cara pengolahan yang benar, jahe dan madu dapat menjadi alternatif alami yang aman dan nyaman untuk membantu meredakan batuk.
Langkah Mengolah Jahe dan Madu agar Khasiat Maksimal
Cara mengolah jahe dan madu sebagai obat batuk tergolong sederhana dan dapat dilakukan di rumah. Pertama, siapkan jahe segar sepanjang 2–3 cm. Cuci hingga bersih, lalu geprek atau memarkan agar senyawa aktifnya lebih mudah keluar.
Rebus jahe dengan sekitar 300 ml air selama 10–15 menit hingga air berubah warna dan aroma jahe terasa kuat. Proses perebusan ini bertujuan mengekstrak zat antiinflamasi yang membantu meredakan iritasi tenggorokan serta mengencerkan dahak.
Setelah direbus, angkat dan diamkan hingga air menjadi hangat. Tambahkan satu sendok teh madu murni, lalu aduk hingga tercampur rata. Madu tidak dianjurkan dimasukkan saat air masih panas karena dapat merusak enzim alaminya.
Ramuan jahe dan madu dapat dikonsumsi satu hingga dua kali sehari, terutama pada pagi hari dan malam sebelum tidur, untuk membantu meredakan batuk.
Aturan Aman Mengonsumsi Jahe dan Madu
Meski berbahan alami, konsumsi jahe dan madu tetap perlu memperhatikan aturan keamanan. Dokter Danang mengingatkan agar penggunaan herbal tidak dilakukan secara berlebihan.
Herbal tetap mengandung zat aktif. Jika dikonsumsi melebihi takaran, dapat menimbulkan keluhan seperti perih lambung atau rasa tidak nyaman,” jelasnya.
Penderita maag disarankan membatasi konsumsi jahe karena sifatnya yang hangat dan berpotensi memicu peningkatan asam lambung. Anak-anak serta ibu hamil juga perlu lebih berhati-hati dan dianjurkan berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya secara rutin.
Selain itu, hindari mencampurkan terlalu banyak bahan herbal sekaligus karena dapat memicu reaksi yang tidak diinginkan. Apabila batuk berlangsung lebih dari dua minggu, disertai darah, sesak napas, atau demam tinggi, segera periksakan diri ke dokter.
Jahe dan madu efektif membantu meredakan batuk ringan hingga sedang, namun tidak dapat menggantikan penanganan medis pada kondisi batuk yang berat. Tuna55