Nasib Pedro Acosta bersama Red Bull KTM Factory Racing kembali menjadi bahan perbincangan menjelang MotoGP 2026. Direktur KTM Motorsport, Pit Beirer, secara terbuka mengakui bahwa timnya masih harus bekerja lebih keras untuk benar-benar meyakinkan sang pembalap muda agar tetap setia hingga musim 2027.
KTM dikenal sebagai tim yang membesarkan nama Acosta sejak usia remaja. Ia ditempa lewat Red Bull Rookies Cup dan JuniorGP sebelum menjelma sebagai juara dunia Moto3 pada 2021 dan Moto2 pada 2023. Meski demikian, kepastian masa depannya bersama pabrikan Austria itu belum sepenuhnya aman, terutama dengan perubahan regulasi teknis yang akan diberlakukan pada 2027.
Di tengah situasi tersebut, Ducati Lenovo Team disebut-sebut mulai melirik Acosta. Tim asal Italia itu dikabarkan menyiapkan sang rider Spanyol sebagai opsi penerus Francesco Pecco Bagnaia, yang performanya dinilai kurang stabil musim lalu. Jika terealisasi, Acosta digadang-gadang akan membentuk duet bertabur bintang bersama Marc Marquez.
Acosta Masih Menunggu Lompatan Performa
Pada musim lalu, Acosta tampil impresif dengan mengoleksi sejumlah podium. Namun, kemenangan pertamanya di kelas utama MotoGP belum juga terwujud. Kondisi ini diyakini menjadi salah satu alasan mengapa ia masih membuka peluang untuk hijrah ke tim lain.
Kami harus jujur mengakui bahwa kami masih belum melakukan cukup banyak. Kami perlu membuktikan kemampuan motor kami terlebih dahulu, ujar Beirer kepada Tuna55, Rabu (28/1/2026).
Ia menambahkan bahwa performa di penghujung musim lalu memang sempat meningkatkan kepercayaan diri Acosta. Namun, sang pembalap tidak menutup harapannya terhadap peningkatan yang lebih signifikan, terutama dari sisi paket motor dan arah pengembangan tim ke depan.
Strategi KTM Menatap MotoGP 2026
Beirer menegaskan KTM sudah menyiapkan rencana kerja yang matang untuk menghadapi musim 2026. Fokus utama mereka adalah membantu Acosta dan para pembalap lain agar semakin nyaman dan percaya diri menunggangi RC16, dimulai dari rangkaian tes pramusim di Sepang, Malaysia, pada awal Februari.
Kami memiliki strategi yang jelas tentang bagaimana memulai musim dan bagaimana memaksimalkan tes di Sepang, tutur Beirer, yang juga mantan pembalap motocross tersebut.
Ia optimistis tes pramusim akan menjadi momen krusial bagi KTM untuk menunjukkan hasil kerja selama jeda musim dingin. Menurutnya, ajang tersebut bukan hanya penting untuk meyakinkan Acosta, tetapi juga seluruh pembalap KTM tentang potensi yang bisa mereka raih sepanjang musim mendatang.