Persija Jakarta harus pulang tanpa poin dari markas Persib Bandung pada pekan ke-17 BRI Super League. Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1) petang WIB, berakhir dengan skor tipis 0-1.
Gol cepat Beckham Putra pada menit ke-4 menjadi pembeda. Persib unggul lebih awal dan berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.
Secara keseluruhan, Persija sebenarnya tidak tampil buruk. Mereka menciptakan sejumlah peluang berbahaya, termasuk sepakan Allano yang mengenai tiang gawang. Namun, terdapat dua momen krusial yang mengubah arah pertandingan—dan keduanya melibatkan satu nama: Bruno Tubarao.
2 Momen yang Menghancurkan Momentum Persija
Bruno Tubarao menjadi figur sentral dalam proses terciptanya gol tunggal Persib. Gol Beckham Putra berawal dari umpan silang Berguinho yang sejatinya bisa diantisipasi lebih baik.
Bruno lebih dulu menguasai bola, tetapi sapuan yang ia lakukan tidak sempurna. Bola justru jatuh tepat di jalur lari Beckham Putra yang langsung melepaskan tendangan akurat dan mengubah skor menjadi 1-0.
Kesalahan ini membuat Persija berada dalam tekanan sejak menit-menit awal, sekaligus menggagalkan momentum yang sudah mulai mereka bangun.
Blunder kedua terjadi pada menit ke-53. Dalam situasi transisi cepat Persib, Bruno kembali berduel dengan Beckham Putra, yang kemudian berujung pada insiden yang lebih fatal.
Kartu Merah yang Mematikan Peluang
Dalam upaya menghentikan penetrasi Beckham, Bruno melakukan pelanggaran. Namun, situasi semakin buruk ketika ia terlihat menginjak kaki sang pemain Persib.
Wasit Ko Hyung-jin tanpa ragu mengeluarkan kartu merah langsung. Persija akhirnya harus bermain dengan 10 pemain selama lebih dari setengah babak.
Kehilangan satu pemain membuat upaya Persija untuk mengejar ketertinggalan menjadi jauh lebih sulit. Meski masih mencoba menekan, efektivitas serangan menurun drastis.
Padahal, Bruno Tubarao menjadi salah satu pilar penting Persija musim ini. Wingback kanan 30 tahun tersebut telah tampil dalam 14 laga BRI Super League 2025/2026 dengan torehan satu gol dan tiga assist. Namun di GBLA, dua momen krusial tersebut justru membuatnya menjadi titik lemah bagi timnya sendiri. Tuna55