Transformasi dunia bermain kembali dipercepat oleh Lego. Dalam panggung CES 2026 di Las Vegas, perusahaan mainan legendaris ini memperkenalkan Smart Bricks, balok interaktif yang mampu bereaksi terhadap gerakan anak melalui suara dan cahaya.
Tekonologi Lego
Teknologi ini hadir lewat platform Smart Play, sebuah pendekatan baru yang menyatukan kreativitas merakit balok dengan kecanggihan sensor digital. Hasilnya, aktivitas bermain tak lagi sekadar menyusun bentuk, tetapi juga berinteraksi langsung dengan balok yang “merasakan” keberadaan penggunanya.
Smart Bricks dilengkapi sensor cahaya dan jarak yang memungkinkan balok merespons perubahan posisi maupun sentuhan tangan. Saat anak memindahkan, menyusun, atau mendekatkan balok tertentu, sistem akan memicu efek suara atau cahaya secara otomatis. Respons instan inilah yang menciptakan sensasi bermain yang lebih atraktif.
Menurut Lego, teknologi ini dirancang untuk memperkaya pengalaman bermain, bukan menggantikan permainan tradisional yang telah menjadi ciri khas mereka selama puluhan tahun. Smart Bricks justru memberi dimensi baru, di mana imajinasi anak dipadukan dengan reaksi langsung dari mainan yang mereka bangun sendiri.
Sebagai bagian dari peluncuran, Lego juga menggandeng Star Wars untuk menghadirkan pengalaman bermain tematik. Anak-anak kini dapat mensimulasikan pertempuran antargalaksi, mengatur duel light saber, hingga menciptakan adegan ikonik Tuna55 dengan balok dan minifigur yang bereaksi secara interaktif.
Tak hanya terbatas pada balok standar, teknologi Smart Bricks juga diterapkan pada tag khusus dan figur mini untuk membentuk ekosistem bermain yang saling terhubung. Langkah ini mencerminkan ambisi Lego dalam menghadirkan mainan fisik yang tetap relevan di tengah dominasi gadget, sekaligus mendorong pembelajaran kreatif berbasis teknologi.
Lebih jauh, penerapan teknologi ini tidak hanya terbatas pada balok utama. Lego memperluasnya ke tag pintar dan minifigur, sehingga seluruh elemen permainan dapat saling terhubung dan menciptakan alur cerita yang lebih kompleks.
Pendekatan ini memungkinkan anak berperan aktif sebagai pencipta cerita, bukan sekadar pengguna mainan. Setiap susunan balok dapat memicu skenario berbeda, mendorong kreativitas sekaligus kemampuan berpikir imajinatif.
Melalui Smart Bricks, Lego menegaskan ambisinya untuk menjembatani dunia fisik dan digital. Dengan menghadirkan mainan pintar yang edukatif, perusahaan berharap dapat menawarkan alternatif bermain yang sehat, kreatif, dan tetap relevan di tengah pesatnya perkembangan teknologi.