Inter Milan kembali menjadi sorotan di bursa transfer musim dingin. Kali ini, peluang reuni dengan Ivan Perisic mengemuka setelah winger milik PSV Eindhoven itu dikabarkan terbuka untuk kembali ke San Siro.
Kebutuhan akan tambahan tenaga di sektor sayap kian mendesak dalam beberapa pekan terakhir. Cedera yang menimpa Denzel Dumfries membuat keseimbangan permainan Nerazzurri terganggu, khususnya dalam menjaga intensitas serangan dari sisi lapangan.
Situasi tersebut mendorong manajemen Inter bergerak mencari solusi jangka pendek yang realistis. Nama Perisic pun kembali masuk radar, mengingat rekam jejaknya bersama klub serta kondisi pasar Januari yang menuntut keputusan cepat dan efisien.
Opsi Berpengalaman untuk Menutup Celah
Manajemen Inter Milan tengah menimbang langkah konkret untuk memperkuat posisi wingback di paruh musim. Performa Luis Henrique yang belum stabil, ditambah kondisi fisik Matteo Darmian yang kerap terkendala kebugaran, membuat opsi semakin terbatas.
Pelatih Cristian Chivu membutuhkan pemain yang siap pakai tanpa proses adaptasi panjang. Dalam konteks ini, Perisic memiliki nilai tambah karena sudah memahami kultur klub serta tuntutan kompetisi sepak bola Italia.
Inter sebelumnya juga mempertimbangkan opsi dari dalam negeri. Namun, banderol yang dipasang Atalanta untuk Marco Palestra dinilai terlalu tinggi untuk ukuran transfer Januari.
Kondisi tersebut membuka peluang bagi pendekatan yang lebih ekonomis. Perisic dipandang sebagai alternatif rasional dengan biaya lebih rendah dan risiko yang relatif terukur.
Meski akan menginjak usia 37 tahun pada Februari, kontribusi Perisic bersama PSV musim ini tetap signifikan. Di bawah arahan Peter Bosz, ia mencatat empat gol dan sepuluh assist di semua kompetisi, sekaligus berperan penting dalam sistem permainan tim.
Statistik tersebut menunjukkan bahwa usia belum sepenuhnya menggerus efektivitasnya. Pengalaman, kecerdasan membaca permainan, dan fleksibilitas posisi masih menjadi aset berharga di level tertinggi.
Sinyal kesediaan Perisic untuk mengakhiri masa baktinya di Eindhoven dan kembali berseragam Nerazzurri turut memperlancar potensi transfer. Meski demikian, keputusan akhir tetap bergantung pada kesepakatan teknis dan finansial antara kedua klub.
Bagi Inter Milan, kemungkinan reuni ini bukan sekadar nostalgia. Lebih dari itu, Perisic bisa menjadi solusi cepat untuk menjaga kedalaman skuad dalam persaingan ketat di paruh kedua musim. Tuna55