You are currently viewing Dari Lorong Supermarket hingga Meja Makan: Cara Warga Singapura Belajar Hidup Sehat Sejak Dini hingga Usia Lanjut

Dari Lorong Supermarket hingga Meja Makan: Cara Warga Singapura Belajar Hidup Sehat Sejak Dini hingga Usia Lanjut

Sekelompok anak prasekolah tampak serius menyusuri lorong minuman di supermarket FairPrice Singapura. Namun tujuan mereka bukan memilih minuman favorit, melainkan memindai botol-botol untuk mencari Simbol Pilihan yang Lebih Sehat dan peringkat Nutri-Grade. Dengan rasa ingin tahu, mereka membandingkan kadar gula sambil mendiskusikan mana pilihan yang lebih baik untuk tubuh.

Tak jauh dari sana, pelajaran berlanjut. Anak-anak bertanya mengapa biji-bijian utuh dianggap lebih sehat dibanding nasi putih. Di bagian produk segar, tangan-tangan kecil menyentuh dan membandingkan buah serta sayuran, mengubah belanja bahan makanan menjadi pengalaman belajar multisensori. Bahkan label Blue Fish Tick dari Marine Stewardship Council pun tak luput dari perhatian mereka.

Pengalaman Sejak Dini

Menurut Alicia Khoo, guru prasekolah di My First Skool, pengalaman langsung ini membuat pelajaran nutrisi jauh lebih membekas. Sejak kunjungan tersebut, anak-anak mulai saling mengingatkan untuk makan sayuran dan menyusun menu seimbang dengan daging serta sayur.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Start Strong, Stay Strong, inisiatif pendidikan nutrisi dan keberlanjutan prasekolah pertama di Singapura yang digagas oleh FairPrice Group dan FairPrice Foundation. Program ini dikembangkan bersama Terra SG, My First Skool oleh NTUC First Campus, serta didukung mitra pengetahuan nutrisi dari KK Women’s and Children’s Hospital, dengan target menjangkau hingga 40.000 anak prasekolah pada 2028.

Salah satu kegiatan utamanya adalah Food Finder Adventure, jalur pengalaman di dalam supermarket FairPrice. Anak-anak yang menyelesaikan jalur ini membawa pulang paket buah segar, bahan sarapan, dan pamflet resep sehat untuk dinikmati bersama keluarga.

Hasil Hingga ke Rumah

Dampaknya terasa hingga ke rumah. Orang tua melaporkan bahwa belanja bahan makanan kini menjadi aktivitas yang lebih terencana dan edukatif. Anak-anak bahkan menunjukkan label kesehatan sebelum barang dimasukkan ke keranjang. Isaac Yap, murid berusia enam tahun, mengaku kini selalu meminta ibunya membeli makanan dengan Simbol Pilihan yang Lebih Sehat.

Para ahli menilai pendidikan nutrisi sejak dini membangun fondasi kesehatan jangka panjang. Goh Yiting, ahli gizi senior di Rumah Sakit Tan Tock Seng, menekankan bahwa nutrisi yang baik penting bagi semua kelompok usia—dari anak-anak hingga lansia—untuk menjaga kekuatan otot, daya tahan tubuh, dan kualitas hidup.

Di sisi lain, Singapura juga menghadapi tantangan sebagai masyarakat yang menua. Menyadari kesenjangan gizi di kalangan lansia, FairPrice Group dan FairPrice Foundation meluncurkan berbagai inisiatif, termasuk Protein Pledge, komitmen senilai satu juta dolar Singapura hingga 2030 untuk meningkatkan akses protein bagi lansia dan kelompok rentan.

Bagi penerima manfaat seperti Chio Yoon Lee, 68 tahun, bantuan telur dan dukungan bahan makanan menjadi sangat berarti. Telur mudah disiapkan dan membantu saya memenuhi kebutuhan nutrisi harian,” ujarnya. Kisah-kisah ini menunjukkan bahwa edukasi dan akses gizi, dari usia dini hingga lanjut, menjadi kunci membangun masyarakat yang lebih sehat. Tuna55

Leave a Reply