Katedral Manchester kini tampil dalam wajah yang benar-benar berbeda lewat pertunjukan cahaya dan musik spektakuler bertajuk Luminiscence. Bangunan bersejarah ini berubah menjadi kanvas raksasa dalam debut perdana Luminiscence di Inggris, menghadirkan pengalaman visual dan musikal yang imersif.
Digambarkan sebagai konser proyeksi video 360 derajat, pertunjukan ini memadukan kaleidoskop cahaya berintensitas tinggi yang menyelimuti arsitektur katedral dengan penampilan paduan suara gospel. Mereka membawakan lagu-lagu rock dan anthem legendaris Manchester dari band-band ikonik seperti Oasis, Joy Division, Elbow, dan The Verve.
Pertunjukkan Katedral Manchester Berhasil Memikat Penonton di Seluruh Dunia
Pertunjukan ini sebelumnya telah memikat lebih dari satu juta penonton di seluruh dunia, menerangi 20 landmark bersejarah di Prancis, Amerika Serikat, Spanyol, Jerman, Belanda, dan Belgia. Inggris kini menjadi negara terbaru yang disinggahi, dengan versi narasi khusus yang merayakan Manchester serta sejarah panjang Katedral itu sendiri.
Naskah baru ditulis oleh pemenang BAFTA, Tim Whitnall, dengan narasi dibawakan oleh aktor asal Salford, Christopher Eccleston. Penampilan langsung Collectives Gospel Choir menghadirkan kekuatan vokal yang memukau, termasuk aransemen orkestra lagu Don’t Look Back in Anger milik Oasis, sementara visual bunga dan dedaunan berwarna-warni menyelimuti pilar-pilar batu berusia ratusan tahun.
Proyeksi cahaya menyingkap detail arsitektur katedral yang rumit sekaligus menuturkan kisah manusia di balik bangunan tersebut—tentang ketahanan, iman, dan perjalanan sejarah selama berabad-abad. Kisah Manchester juga menjadi sorotan, dari Revolusi Industri hingga gelombang protes sosial, termasuk peran tokoh berpengaruh seperti Emmeline Pankhurst.
Warisan musik kota ini mendapat panggung istimewa. Tiga lagu Oasis dibawakan pada malam pembukaan oleh paduan suara yang memasuki katedral mengenakan jubah berkerudung, mengingatkan pada suasana dramatis ala The Traitors. Bahkan budaya rave Manchester turut hadir, dengan garis-garis visual khas Hacienda bergelombang di dinding katedral saat Insomnia dari Faithless menggema.
Kami menghadiri pertunjukan pembukaan minggu ini—berikut beberapa hal penting yang perlu Anda ketahui sebelum berkunjung.
Lagu Apa Saja yang Dibawakan?
Penonton dapat menikmati aransemen orkestra lagu-lagu klasik Manchester dan rock legendaris yang dibawakan dengan penuh emosi oleh Collectives Gospel Choir. Bittersweet Symphony membuka pertunjukan, disusul Whatever dari Oasis dengan efek visual hujan yang seolah jatuh di pilar katedral.
Sorotan lainnya termasuk Love Will Tear Us Apart dari Joy Division dan Don’t Look Back in Anger yang disambut tepuk tangan meriah. Seven Nation Army dari The White Stripes menghadirkan nuansa dramatis, sementara Smells Like Teen Spirit dari Nirvana terasa hidup kembali di ruang megah ini. Penutup yang hangat hadir lewat One Day Like This dari Elbow. Tuna55
Apakah Cocok untuk Anak-Anak?
Pertunjukan ini ramah untuk semua usia. Namun perlu diperhatikan, durasinya sekitar 45 menit dan sebagian besar penonton berdiri. Kursi tersedia terbatas dan berdasarkan permintaan. Slot awal pukul 18.00 pada tanggal tertentu lebih disarankan bagi keluarga dengan anak kecil.
Apakah Tersedia Makanan dan Minuman?
Tersedia bar di dalam katedral yang menjual minuman ringan dan minuman beralkohol. Bar buka 30 menit sebelum pertunjukan dan tetap melayani selama acara berlangsung. Tidak tersedia kios makanan.
Berapa Harga Tiket?
Tiket tersedia dalam kategori Gold dan Silver. Tiket Gold mencakup jalur masuk cepat serta segelas minuman anggur bersoda saat kedatangan.