You are currently viewing IHSG Ambruk, Rupiah Malah Perkasa Lawan Dolar AS Hari Ini

IHSG Ambruk, Rupiah Malah Perkasa Lawan Dolar AS Hari Ini

IHSG Ambruk, Rupiah Malah Perkasa Lawan Dolar AS Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan signifikan pada perdagangan hari ini. Sejak pembukaan, IHSG langsung bergerak di zona merah dan terus melemah hingga penutupan sesi. Tekanan jual terlihat merata di berbagai sektor, terutama saham perbankan, teknologi, dan komoditas yang sebelumnya menjadi penopang indeks.

Pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati seiring meningkatnya ketidakpastian global. Kekhawatiran terhadap arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat, perlambatan ekonomi dunia, serta gejolak geopolitik membuat investor memilih mengurangi eksposur pada aset berisiko seperti saham. Akibatnya, arus dana asing tercatat kembali keluar dari pasar saham domestik, memperdalam pelemahan IHSG.

Saham-Saham Big Cap Jadi Pemberat Utama IHSG

Penurunan IHSG hari ini tidak lepas dari melemahnya saham-saham berkapitalisasi besar atau big cap. Saham perbankan utama terpantau terkoreksi cukup dalam, seiring kekhawatiran terhadap pertumbuhan kredit dan potensi kenaikan biaya dana. Di sisi lain, saham sektor teknologi kembali tertekan akibat sentimen global yang masih negatif terhadap valuasi saham-saham growth.

Sektor energi dan komoditas yang sempat menopang IHSG dalam beberapa waktu terakhir juga tidak luput dari aksi ambil untung. Penurunan harga komoditas global mendorong investor merealisasikan keuntungan, sehingga menambah tekanan pada pergerakan indeks secara keseluruhan.

Rupiah Justru Menguat terhadap Dolar AS

Berbeda dengan pergerakan IHSG yang ambruk, nilai tukar rupiah justru menunjukkan performa yang cukup solid. Rupiah tercatat menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini. Penguatan ini menjadi perhatian pelaku pasar, mengingat biasanya tekanan di pasar saham diiringi dengan pelemahan mata uang.

Penguatan rupiah didorong oleh beberapa faktor, salah satunya adalah masuknya aliran dana ke instrumen pendapatan tetap seperti Surat Berharga Negara (SBN). Imbal hasil yang menarik serta stabilitas kebijakan moneter domestik membuat investor asing masih melihat aset rupiah relatif aman di tengah gejolak global.

Faktor Domestik Jadi Penopang Rupiah

Dari dalam negeri, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup kuat. Inflasi yang terkendali, cadangan devisa yang memadai, serta komitmen otoritas moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar memberikan sentimen positif bagi rupiah. Bank sentral juga dinilai memiliki ruang kebijakan yang cukup untuk meredam volatilitas di pasar keuangan.

Selain itu, pelemahan indeks dolar AS di pasar global turut memberikan ruang bagi mata uang negara Tuna55 berkembang, termasuk rupiah, untuk bergerak menguat. Kombinasi faktor eksternal dan domestik ini membuat rupiah mampu “perkasa” meski IHSG sedang tertekan.

Prospek Pasar ke Depan

Ke depan, pergerakan IHSG dan rupiah diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh dinamika global. Investor disarankan untuk mencermati rilis data ekonomi penting, arah kebijakan bank sentral global, serta perkembangan geopolitik. Sementara itu, penguatan rupiah di tengah pelemahan IHSG menunjukkan bahwa pasar keuangan tidak selalu bergerak searah.

Bagi investor, kondisi ini bisa menjadi momentum untuk lebih selektif dalam memilih aset, menyesuaikan strategi dengan profil risiko, serta tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian di tengah pasar yang volatil.

Leave a Reply