You are currently viewing Kecaman atas Rencana yang Dinilai Mempercepat Ancaman Spesies Invasif Terbesar Australia

Kecaman atas Rencana yang Dinilai Mempercepat Ancaman Spesies Invasif Terbesar Australia

Meski telah berstatus gulma, rumput buffel masih berpotensi terus ditanam. Kondisi ini memicu kekhawatiran Ancaman Spesies Invasif Terbesar Australia bahwa Northern Territory (NT) tengah bergerak menuju krisis lingkungan yang lebih serius.

Kelompok konservasi melontarkan kritik keras terhadap rencana yang mereka sebut tidak masuk akal, karena membuka jalan bagi petani untuk tetap menanam salah satu ancaman lingkungan terbesar di Australia. Rumput buffel diketahui merusak habitat satwa asli serta memperparah kebakaran semak yang telah menghanguskan jutaan hektare lahan.

Putusan Pemerintah di Tahun 2024

Pada 2024, rumput buffel resmi ditetapkan sebagai gulma di Northern Territory. Menyusul keputusan tersebut, pemerintah wilayah merilis draf Buffel Grass Weed Management Plan 2026–2036 pada Desember lalu.

Rencana ini mengatur kewajiban pemilik lahan, termasuk keharusan bagi peternak untuk mengantongi izin dalam melakukan aktivitas berisiko tinggi, seperti membawa, memperbanyak, atau menyebarkan rumput buffel di wilayah NT.

Environment Centre NT mendesak Finocchiaro Government agar menghentikan sepenuhnya penanaman rumput buffel di seluruh wilayah. Mereka memperingatkan bahwa draf kebijakan ini justru berpotensi mempercepat penyebaran spesies invasif yang sudah sangat berbahaya.

Meski sebagian petani mendukung rumput buffel karena daya tahannya dan manfaatnya sebagai pakan ternak tahan kekeringan, Environment Centre NT menilai dukungan tersebut hanya datang dari kelompok kecil. Menurut mereka, dialog langsung dengan komunitas yang paling terdampak menunjukkan hampir tidak ada dukungan dari warga setempat.

Direktur Eksekutif Environment Centre NT, Kirsty Howey, menilai tujuan rencana pengelolaan gulma seharusnya jelas: menghentikan penyebaran gulma itu sendiri.

Namun rencana ini justru melakukan kebalikannya, ujarnya kepada Yahoo News Australia, seraya menuding pemerintah terlalu mengakomodasi kepentingan peternak—yang menguasai sekitar 45 persen lahan di NT—agar tetap menggunakan rumput buffel sebagai pakan sapi.

Ia juga mempertanyakan komitmen pemerintah dalam melindungi kawasan ikonik gurun Australia seperti Uluru, Kata Tjuta, dan West MacDonnell Ranges.

Isi Rencana Pengelolaan Rumput Buffel

Draf Buffel Grass Weed Management Plan bertujuan menahan laju penyebaran rumput invasif tersebut di Northern Territory. Rencana ini menetapkan perlindungan khusus bagi kawasan bernilai tinggi, seperti taman nasional dan situs suci, yang sangat rentan terhadap peningkatan risiko kebakaran dan hilangnya keanekaragaman hayati akibat rumput buffel.

Di sisi lain, kebijakan ini masih mengizinkan produsen sapi menggunakan rumput buffel sebagai pakan di zona tertentu. Pemilik lahan yang telah memiliki rumput buffel diperbolehkan mempertahankannya dan menggembalakannya, asalkan bertanggung jawab mencegah penyebaran ke lahan tetangga maupun area publik seperti pinggir jalan.

Peternak juga dapat mengajukan izin hingga 10 tahun untuk terus memanfaatkan rumput tersebut.

Ancaman Serius bagi Wilayah Arid Lands

Howey menegaskan bahwa rumput buffel merupakan ancaman lingkungan terbesar bagi kawasan Arid Lands. Di Red Centre, inilah topik yang paling sering dibicarakan karena rumput ini menghancurkan lanskap yang selama ini kami jaga, ujarnya.

Menurutnya, rumput buffel memicu kebakaran yang lebih panas, menekan tumbuhan asli, serta merusak situs-situs sakral. Penyebarannya yang semakin cepat dalam beberapa tahun terakhir meninggalkan kerusakan luas.

Rumput buffel, yang berasal dari Afrika dan Asia, pertama kali diperkenalkan ke Australia pada 1870-an sebagai pakan ternak. Namun, seiring waktu, spesies ini ditetapkan sebagai gulma di Australia Selatan dan kini juga di Northern Territory.

Penilaian serupa disampaikan oleh Invasive Species Council. Penelitinya, Carol Booth, menyebut rumput buffel sebagai salah satu spesies invasif paling merusak di Australia.

Ini adalah pengubah ekosistem—menggantikan komunitas tumbuhan asli yang beragam menjadi hamparan tunggal rumput buffel, termasuk di taman nasional dan kawasan lindung adat, ujarnya sebelumnya. Tuna55

Leave a Reply