Tim putri Bandung bjb Tandamata membawa misi kebangkitan saat melanjutkan putaran pertama babak reguler Proliga 2026 di Medan. Dua pertandingan yang akan dijalani di GOR Voli Indoor Sumatera Utara dipandang sebagai momentum krusial untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Kegagalan meraih hasil maksimal pada seri sebelumnya menjadi bahan refleksi. Sepulang dari Pontianak, tim langsung melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari sisi teknis maupun nonteknis. Manajemen memastikan kondisi fisik pemain kini berada dalam keadaan optimal untuk menghadapi jadwal padat.
Target kami jelas, mengamankan dua kemenangan. Kami sudah banyak membenahi hal-hal di luar teknis, terutama komunikasi antarpemain, baik lokal maupun asing. Peran pemimpin di lapangan juga terus kami dorong, ujar manajer tim Asep Sukmana.
Menurutnya, persoalan utama bukan terletak pada kualitas pemain, melainkan kestabilan performa. Kalau soal komposisi, perpaduan pemain muda, senior, dan asing sebenarnya sudah berjalan baik. Yang masih perlu diperkuat adalah konsistensi, mental bertanding, dan kekompakan, jelas Asep.
Dua Laga Penentu dalam Waktu Singkat
Bandung bjb Tandamata dijadwalkan menghadapi tuan rumah Medan Falcons pada Jumat (16/1/2026) sore WIB. Tanpa jeda panjang, mereka langsung berjumpa Jakarta Electric PLN Mobile pada Sabtu (17/1/2026) di jam yang sama.
Saat ini, Bandung bjb Tandamata menempati peringkat keempat klasemen sementara sektor putri dengan raihan tiga poin. Tambahan poin penuh dari Seri Medan menjadi kunci untuk menjaga peluang lolos ke babak final four.
Kondisi tim cukup menjanjikan. Pemain dalam keadaan fit dan chemistry terus meningkat. Tinggal bagaimana kami menerjemahkannya di lapangan sesuai rencana pelatih, kata Asep.
Namun kami tetap fokus dan tidak ingin meremehkan siapa pun. Semua lawan punya potensi merepotkan, tambahnya.
Kesiapan Tim di Tengah Jadwal Padat
Pelatih Risco Herlambang memastikan timnya siap tampil dengan kekuatan terbaik, meski harus menjalani dua laga dalam rentang waktu kurang dari 24 jam. Beberapa pemain yang sebelumnya sempat mengalami flu kini sudah pulih.
Kami siap menurunkan komposisi terbaik. Ada pemain yang sempat kurang fit, tapi sekarang kondisinya membaik. Waktu persiapan memang singkat, namun kami sudah menyiapkan skema permainan, ujar Risco.
Ia mengakui receive dan pertahanan menjadi fokus evaluasi utama. Selain itu, penyelesaian akhir oleh para outside hitter juga mendapat perhatian khusus.
Kami ingin breakpoint bisa diselesaikan dengan lebih efektif. Fokus pertama tentu melawan Falcons, lalu Electric dengan pendekatan strategi yang berbeda, jelasnya.
Peran Penting Pemain Inti
Di sektor tengah, Shintia Alliva Mauludina diproyeksikan memegang peran penting sebagai middle blocker. Ia bertekad menekan kesalahan sendiri dan menjaga energi positif di dalam tim.
Saya ingin bermain seefektif mungkin, mengurangi kesalahan individu, dan mengikuti arahan pelatih. Harapannya, itu bisa membantu menciptakan suasana positif dan komunikasi yang baik di lapangan, ujar Shintia.
Sementara itu, pemain asing Sonaly Cidrao menegaskan siap memberi kontribusi lebih luas setelah penampilannya di seri sebelumnya sempat menuai sorotan.
Saya tidak merasa kebingungan. Saya tetap berkontribusi poin, meski tidak bermain penuh. Di Medan nanti, saya ingin membantu tim dalam semua aspek permainan, bukan hanya soal mencetak angka, katanya saat di temui awak media tuna55
Tekanan sebagai Bahan Bakar Motivasi
Pemain asing lainnya, Anastasia Guerra, memandang tekanan justru sebagai pemicu semangat. Menurutnya, kepercayaan diri dan kebersamaan adalah fondasi utama untuk meraih hasil positif.
Tekanan berarti kami dipercaya mampu melakukan hal besar. Kami hanya perlu yakin dengan kekuatan tim ini, ucap Anastasia. Yang terpenting adalah tetap menikmati permainan, menjaga kekompakan, dan memberikan yang terbaik di lapangan, pungkasnya.