You are currently viewing Raditya Dika Bicara Kesetaraan Finansial Rumah Tangga dan Dana Pensiun Bareng Timothy Ronald

Raditya Dika Bicara Kesetaraan Finansial Rumah Tangga dan Dana Pensiun Bareng Timothy Ronald

Menjalani peran sebagai suami dan ayah setelah menikah dengan Anissa Aziza serta dikaruniai dua anak, Raditya Dika mengaku banyak mengalami perubahan cara pandang, termasuk dalam mengelola keuangan keluarga. Hal tersebut ia ungkapkan saat berbincang bersama Timothy Ronald dalam sebuah podcast yang tayang di YouTube.

Raditya menekankan bahwa urusan finansial merupakan salah satu pilar penting dalam rumah tangga, sejajar dengan cinta dan komunikasi. Menurutnya, kesetaraan keuangan bukan soal siapa yang paling benar dalam mengatur uang, melainkan bagaimana pasangan mampu mencari titik temu.

Ia mengakui memiliki prinsip finansial yang cenderung konservatif dan berhati-hati dalam membelanjakan uang. Sementara itu, Anissa Aziza dinilainya masih memberi ruang untuk pengeluaran yang bersifat enjoyment. Perbedaan tersebut, kata Raditya, lahir dari latar belakang hidup, pengalaman, serta nilai yang dibentuk sejak lama.

Alih-alih memaksakan sudut pandang masing-masing, keduanya sepakat untuk berkompromi. Bagi Raditya, jalan tengah dalam rumah tangga berarti tidak selalu mendapatkan apa yang diinginkan, tetapi sama-sama merasa cukup dan tenang.

Dalam podcast yang tayang sejak 8 Januari 2026 itu, Raditya memberi contoh ketika dirinya berencana menghadiri Melbourne Comedy Festival. Setelah menghitung biaya yang cukup besar, Anissa justru lebih dulu menawarkan diri untuk tidak ikut demi menjaga anggaran liburan keluarga.

Situasi tersebut membuat Raditya melakukan refleksi. Ia mempertanyakan apakah kesenangan pribadi sebanding dengan waktu yang harus dikorbankan bersama keluarga. Pada akhirnya, pasangan ini sepakat membatalkan rencana tersebut.

Raditya Dika Belajar Investasi untuk Masa Tua

Masih dalam perbincangan yang sama, Raditya Dika juga mengulas pandangannya soal investasi dan dana pensiun. Ia mengaku kesadarannya terhadap keuangan tumbuh dari rasa khawatir akan masa depan profesinya sebagai seniman.

Kalau gue enggak investasi, gue rugi. Dari situ gue sadar harus belajar investasi, pelan-pelan paham tujuannya apa. Akhirnya ketemu jawabannya, untuk bisa punya kebebasan di masa tua, gue harus siapin dana pensiun, ungkap Raditya.

Menurutnya, profesi di dunia kreatif tidak selalu menjanjikan pendapatan tetap. Hal itulah yang mendorongnya mempelajari keuangan dan investasi sejak usia relatif muda.

Raditya juga menyebut bahwa dana pensiun yang ia bangun ditempatkan pada kelas aset Tuna55 dengan risiko tinggi. Meski begitu, ia tidak merinci secara detail nilai maupun komposisinya.

Menanggapi pertanyaan Timothy Ronald terkait metodologi investasi—apakah menganut strategi indeks murni ala John Bogle atau melakukan stock picking—Raditya menjawab bahwa dirinya cenderung fleksibel.

Fokus Menambah Penghasilan

Tak hanya soal investasi, Raditya Dika turut membagikan pandangannya tentang cara meningkatkan tabungan dan keluar dari jebakan gaya hidup konsumtif atau hedonic treadmill. Menurutnya, kunci utama bukan semata menekan pengeluaran, melainkan memperbesar penghasilan.

Ia melihat pekerjaan sebagai sumber utama kekayaan, sementara investasi berperan sebagai alat untuk mencapai tujuan finansial jangka panjang.

Leave a Reply